Sabtu, 19 April 2014

Seedikit tentang Filsafat Matematika


  Ini tulisan saya yang sudah lama sekali. Setahun yang lalu. Saya pernah post di blog pecintamatematik4.blogspot.com. Blog saya yang akhirnya juga saya telantarkan.hehehe. Filsafat memang memusingkan, tapi juga terkadang menyegarkan pikiran. Semoga berlaku untuk anda juga. Happy reading..
--------------
Baru saja seorang teman menanyakan tentang filsafat ilmu. Dia sedang mulai menempuh gelar masternya. Saya jadi teringat waktu saya juga ‘berdarah-darah’ berusaha mengaktualisasikan diri saya untuk mendapat gelar itu. Hemm...seorang profesor keren yang dulu mengajar saya. Doktornya memang di bidang filsafat matematika. Beliau menceritakan pengalaman-pengalamannya yang begitu aduhai tentang bagaimana memahami matematika dari sudut pandang filsafat. BEAUTIFUL... itu bisikan yang keluar dari mulut saya waktu itu.
Kita yang hampir setiap waktu dijejali dengan masalah tentang bagaimana cara kita mengajar matematika agar anak-anak suka dan BISA, kemudian diberi semilir angin segar pemikiran, bahwa yang perlu kita pahami bukan tentang cara terbaik dalam mengajar, tetapi memahami ilmu matematika itu sendiri secara utuh (Hersh, 1979: 33). Mungkin kalimat tersebut menimbulkan pertanyaan, kita ini guru matematika, bagaimana mungkin memahami ilmu menjadi lebih penting daripada cara menyampaikan ilmu matematika itu sendiri?
Jawabannya adalah mungkin saja. Cara menyampaikan ilmu matematika berkaitan erat dengan konsep-konsep pembelajaran matematika, yang secara spesifik tertuang dalam silabus, rencana-rencana pelaksanaan pembelajaran, dan hal-hal teknis lain. Terkadang kita lupa, bahwa pemikiran kita, prinsip-prinsip yang sudah terlanjur tertanam dalam otak kita para guru, mempengaruhi apa yang kita susun. Kita tidak dapat memungkiri, coba renungkan baik-baik, masing-masing diri kita memiliki keyakinan tersendiri tentang matematika. matematika memang ilmu yang di seluruh dunia sama, tetapi mengenai keyakinan kita, pola karakter kita terhadap matematika, berbeda. Pola karakter tersebut yang membentuk pola kita dalam mengajar matematika. Karena itulah setiap guru memiliki cara tersendiri dalam mengajar (Thompson 1984, 19992). Dan, karena itu pulalah memahami ilmu matematika dapat dikatakan menjadi lebih penting.
Hemmh...membahas filsafat memang membuat pusing.hihihii.. Ini hanya sekedar selingan di tengah penatnya kita dalam rutinitas. Dan, pemikiran ini bukan asal keluar dari otak saya, tapi dari membaca beberapa jurnal. Hehe, bukan plagiat juga lho... Just sharing^^

Rabu, 1 Mei 2013
09:28 WI Bagian Kantor Guru


Tidak ada komentar:

Posting Komentar